Rabu, 02 Februari 2011

Gita KDI Dilantik Jadi Anggota DPR

Artis akan semakin mewarnai panggung politik nasional dengan masuknya Gitalis Dwi Natarina menjadi anggota DPR/MPR.

Gitalis Dwi Natria atau yang lebih dikenal sebagai Gita KDI pada Rabu, dilantik menjadi anggota DPR oleh Ketua DPR Marzuki Alie di Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu.

Selain melantik Gita KDI, Marzuki Alie juga melantik Ketut Sustiawan. Dua anggota DPR yang baru itu masuk Senayan melalui mekanisme Pergantian Antarwaktu (PAW).

Ketut Sustiawan dari Fraksi PDI Perjuangan menggantikan Surya Permana, sedangkan Gitalis Dwinatarina dari Fraksi PKB menggantikan almarhum Cecep Syarifudin.

Gita KDI lahir di Garut, Jawa Barat, 10 Oktober 1985 selama ini dikenal sebagai penyanyi dangdut Indonesia. Namanya mulai dikenal setelah menjadi juara Kontes Dangdut TPI periode kedua.

Gita yang berzodiak Libra ini mempunyai saudara, yaitu Gina, Risa, Yudit dan Reynald. Gita adalah putri kedua pasangan H Sahidin Hassan (seorang dosen) dengan Hj Agis Juwiratna.

Penampilan Gita sebagai artis KDI telah menorehkan prestasi sebagai pendatang baru tersohor di ajang Anugerah Dangdut TPI 2005. Meskipun tampil mengenakan jilbab, namun tidak membatasi Gita untuk meraih karir cemerlang di dunia dangdut Indonesia.

Bahkan Gita sempat menjadi trendsetter karena gaya jilbabnya yang sempat mencuri perhatian wanita-wanita yang ingin tampil modis.

Nama Gita menjadi kian melambung sejak terpilih menjadi bintang utama dalam sinetron Rindu-Rindu Asmara. Sebuah sinetron drama musikal yang diproduksi oleh salah satu production house di Indonesia, Rapi Film.

Meski masih terbilang baru dalam dunia akting, namun kiprah Gita dalam bidang seni peran patut diperhitungkan. Antusiasme masyarakat terhadap sinetron ini terbukti amat tinggi.

Berdasarkan survei dari lembaga riset AC Nielsen, sinetron yang dibintangi Gita berhasil menempati posisi teratas untuk kategori seluruh program acara di semua stasiun televisi di Indonesia selama beberapa pekan.

Bagaimana Posisi Mesir Dimata AS & Israel?

Protes dan kerusuhan yang melanda Mesir masih terus berlangsung meski Presiden Hosni Mubarak telah muncul dengan pidatonya pada Selasa malam, (1/2).

Situasi di Mesir itu sempat mengundang banyak perhatian negara lain diantaranya Amerika Serikat dan Israel.

Dimata kedua negara itu, posisi Mesir merupakan posisi strategis negeri di Jazirah Arab tersebut dalam peta ekonomi dunia.

Pengamat Timur Tengah Muhammad Jafar menilai bahwa Israel khawatir terhadap situasi politik dan keamanan yang terjadi di Mesir.

Hal itu disebabkan karena Mesir merupakan pemasok energi gas ke Israel dengan harga dibawah kesepakatan internasional dan tanpa pajak.

Sementara pengamat Timur Tengah Anan Nurdin berpendapat bahwa Mubarak dapat menjabat Presiden dalam jangka waktu yang cukup lama dikarenakan adanya dukungan serta jaminan kekuasaan dari negara adidaya Amerika Serikat dan juga Israel.

Amerika Serikat juga dinilai memiliki kepentingannya dengan Mesir yang memang memiliki daya tawar yang tinggi terutama karena sekitar 2 juta barel minyak mentah disalurkan melalui Terusan Suez yang dikuasai oleh pemerintah Mesir.