Bengkulu,29 Maret 2011
Saat ini anak didik kita baik dari SMP maupun SMU suah mendekati saat Ujian Nasional.
Dengan pertimbangan diatas,kiranya agar jam tayang sinetron di Televisi Nasional jangan sampai mengganggu
konsentrasi siswa/siswi.
Sebab tidak dapat dipungkiri mayoritas siswa/siswi terutama SISWI banyak penggemar berat tayangan sinetron.
Jika jam tayang sinetron sampai melewati saat -saat belajar ,akhirnya pada kejiwaan siswa/siswi ter-obsesi sebuah konsentrasi yg delematis.Berat belajar apa berat Sinetron.
Untuk itu agar dikaji beberapa hal sbb :
1. Evaluasi Jam tayang berkaitan waktu-waktu belajar siswa/siswi;
2. Tema sinetron harus mengarah kepada pentingnya prestasi jangan dominan percintaan
3. Agar diperhatikan kategori sinetron untuk usia berapa;
4. Tema Sinetron jangan pesimis tapi harus Optimis,ceria dan membangun guna mensuport drinalin
Siswa/siswi lebih giat belajar;
5. Acara seperti cerdas cermat perlu juga di kemas dalam sebuah tayangan
Demikian untuk maklum
Selasa, 29 Maret 2011
PSSI Ngungsi Pakai Bajaj
Penulis: Jonathan Pandapotan | Editor: Aloysius Gonsaga
Selasa, 29 Maret 2011 | 18:32 WIB
Dibaca: 138
Komentar: 0
JONATHAN PANDAPOTAN/KOMPAS.COM
PSSI mengungsi dengan menggunakan bajaj, Selasa (29/3/2011).TERKAIT
JAKARTA, KOMPAS.com - Kesibukan luar biasa terjadi di pintu belakang kantor PSSI, Selasa (29/3/2011). Pasalnya, semua karyawan PSSI dikerahkan untuk mengangkut dan mengeluarkan barang-barang dari Kantor PSSI dengan menggunakan kardus yang diangkut bajaj.
Seperti diberitakan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, tidak mengakui keberadaan PSSI pimpinan Nurdin Halid lagi. Menpora juga mengatakan PSSI di bawah kepimpinan Nurdin tidak boleh menggunakan fasilitas negara.
Nah, selama ini PSSI berkantor di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang merupakan milik negara. Alhasil, PSSI pun harus rela angkat kaki dari Senayan.
Sejak pukul 12.00 WIB, kardus-kardus kosong didatangkan hilir mudik, dengan bajaj, untuk mengepak barang-barang inventaris kantor PSSI. Kardus-kardus bekas dan kosong itu langsung diturunkan dan dimasukkan lewat pintu belakang kantor PSSI yang selama menjadi pintu keluar-masuk pengurus maupun karyawan PSSI, sejak didemo sebulan silam.
Tidak hanya dengan bajaj, beberapa karyawan PSSI juga mengangkut kardus-kardus kosong dengan motor mereka. Barang-barang PSSI tidak bisa diangkut dari pintu depan karena di pintu depan terdapat suporter Dewan Pengawal Revolusi PSSI yang sedang melakukan aksi borgol diri.
Seperti diberitakan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, tidak mengakui keberadaan PSSI pimpinan Nurdin Halid lagi. Menpora juga mengatakan PSSI di bawah kepimpinan Nurdin tidak boleh menggunakan fasilitas negara.
Nah, selama ini PSSI berkantor di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang merupakan milik negara. Alhasil, PSSI pun harus rela angkat kaki dari Senayan.
Sejak pukul 12.00 WIB, kardus-kardus kosong didatangkan hilir mudik, dengan bajaj, untuk mengepak barang-barang inventaris kantor PSSI. Kardus-kardus bekas dan kosong itu langsung diturunkan dan dimasukkan lewat pintu belakang kantor PSSI yang selama menjadi pintu keluar-masuk pengurus maupun karyawan PSSI, sejak didemo sebulan silam.
Tidak hanya dengan bajaj, beberapa karyawan PSSI juga mengangkut kardus-kardus kosong dengan motor mereka. Barang-barang PSSI tidak bisa diangkut dari pintu depan karena di pintu depan terdapat suporter Dewan Pengawal Revolusi PSSI yang sedang melakukan aksi borgol diri.
Langganan:
Postingan (Atom)