Minggu, 10 April 2011

Fosil Ditemukan di Tuban Nusantara / Minggu, 10 April 2011 19:28 WIB


Metrotvnews.com, Tuban: Serangkaian fosil tulang yang diperkirakan berumur ratusan tahun ditemukan para penambang batu kapur di Desa Trutup, Plumpang, Tuban, Jawa Timur, Ahad (10/4). Fosil sudah membatu.

Tulang purba ditemukan tak sengaja di dalam goa bawah tanah. Kejut penambang makin tebal karena fosil tak cuma satu. Berserakan di segala tempat.

Fosil lalu dikumpulkan. Tapi karena struktur dinding goa tak stabil, penambang cuma berhasil membawa keluar sebagian rangkaian kerangka itu.

Penambang menuturkan, mulanya area pertambangan sebuah bukit kapur besar. Saat aktivitas penambangan setengah jalan, penambang menemukan goa cukup besar di bawah tanah.

Penambang yakin, goa punya pintu keluar. Untuk membuktikan itu, mereka berencana menyusuri goa. Tapi penambang tak mau gegabah karena struktur dinding goa labil.(ICH/Rizal Fahlevy)

Sabtu, 09 April 2011

GEDUNG BARU DPR Politisi Golkar Tak Mau DPR Dikecam Karena Kengototan Marzuki Alie Minggu, 10 April 2011 , 08:56:00 WIB


RMOL. Ketua DPR Marzuki Alie jangan mengisolasi DPR dari rakyat. Dalam kapasitasnya sebagai ketua DPR, Marzuki Alie harus bijaksana dan kompromistis dalam merealisasikan pembangunan gedung baru DPR. 

"Jika Marzuki terus mengabaikan aspirasi rakyat, saya khawatir DPR periode sekarang dinilai hanya mengakumulasi masalah yang eksesnya bisa saja tidak menguntungkan semua pihak," tegas anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo pagi ini (Minggu, 10/4).

Menurut Bamsoet, demikian ia akrab disapa, saat ini, langkah paling bijaksana adalah menunda relisasi pembangunan gedung baru DPR. Penundaan akan mendinginkan suasana, sehingga energi DPR dan pemerintah bisa digunakan untuk mengelola masalah lain yang lebih strategis. 

Karena publik menilai anggaran gedung baru terlalu besar, sementara beberapa bangunan gedung di kompleks DPR belum maksimal pemanfaatannya.

"Dua masalah ini harus direspons Marzuki. Saya sarankan agar anggaran gedung baru itu dikaji ulang. Hindari kesan DPR ingin bermewah-mewah dengan anggaran sebesar itu," terang petinggi Partai Golkar ini. 

Selain itu, Marzuki Alu juga perlu menjelaskan alasan DPR tidak atau belum menggunakan gedung lain di kompleks DPR sekarang ini. Publik berasumsi, Bamsoet beralasan, bahwa membangun gedung baru tidak efesien karena masih ada bangunan yang belum dimanfaatkan. 

"Penundaan menjadi relevan dengan imbauan Presiden (SBY) tentang efisiensi penggunaan anggaran. Imbauan Presiden itu mendapat dukungan yang luas, sementara DPR terus menjadi sasaran kecaman publik. Kalau Marzuki terus bersikeras, DPR akan terisolasi dari rakyat," tegasnya lagi.

"Realisasi gedung baru DPR bukan soal takut atau berani, salah atau benar. Masalahnya adalah kesediaan mendengar aspirasi rakyat yang menginginkan DPR efisien menggunakan anggaran negara," tandas anggota Panitia Anggaran DPR ini. [zul]