Selasa, 19 April 2011

Yudhoyono: Ada Pembangkangan dari Unsur Masyarakat Tertentu SELASA, 19 APRIL 2011 | 19:34 WIB




foto

Bogor - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyayangkan munculnya pembangkangan hukum dan aturan-aturan hukum (law disobedience) yang dilakukan unsur-unsur masyarakat tertentu. "Terjadi satu dua kasus penyerangan terhadap petugas negara, apakah itu penegak hukum atau polisi atau TNI yang sedang mengemban tugas,"kata dia saat membuka rapat dengan pimpinan TNI dan Polri di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa 19 April 2011. 




Yudhoyono menegaskan, penyerangan  kepada aparat yang sedang mengemban tugas dimaksud  berbeda dengan perkelahian yang terjadi misalnya antara anggota TNI atau Polri dengan masyarakat. "Kalau itu bisa dilakukan investigasi siapa yang salah dan benar, dan yang salah diberi sanksi, yang tidak salah tentu tak perlu diberi sanksi,"kata dia.



Sayangnya, Yudhoyono tak merinci secara jelas penyerangan mana yang dia maksud. Ia hanya menyebutkan bahwa penyerangan semacam ini, bisa mengancam keberlanjutan keamanan dalam negeri dan masyarakat. Menurut dia, jika tak serius ditangani, masyarakat bisa terganggu dan kehilangan rasa aman yang seharusnya tidak boleh terjadi. "Karena akhirnya bisa jadi mereka mencari jalannya masing-masing, dan ini juga tidak boleh terjadi. Karena negara punya undang-undang dan peraturan,"kata dia.



Selain pembangkangan hukum ini, lanjut dia, Indonesia juga diberi peringatan (warning) terkait  terjadinya beberapa kali kekerasan horizontal yang menyebabkan korban dan kerusakan. Ditambah lagi dengan aksi-aksi terorisme dan mulai nampak dijumpai gejala radikalisasi diberbagai sudut negeri. Radikalisme dan terorisme ini jika dibiarkan akan mengganggu keamanan dalam negeri dan masyarakat. 



Mekarnya demokrasi, HAM dan lainnya yang jadi karakterisitik negara demokrasi, tambah dia, bukan berarti keamanan dan ketertiban masyarakat tidak penting. Ia pun mengingatkan supaya aparatnya tak ragu-ragu melakukan langkah yang tepat, yang responsif dan dengan tegas menegakkan undang-undang untuk menjaga keamanan dan ketertiban. 



"Negara, pemerintah, TNI dan Polri mengemban tugas yang tidak boleh ditawar-tawar untuk betul-betul menjaga keamanan negara ini. Keamanan dalam arti luas, berarti pertahanan, keamanan dalam dan luar negeri, itu untuk melindungi rakyat,"kata dia.TEMPO Interaktif

Senin, 18 April 2011

Fenomena Medan Magnet Ada di Banyumas Headline News / Nusantara / Selasa, 19 April 2011 06:04 WIB


Fenomena Medan Magnet Ada di Banyumas

Headline News / Nusantara / Selasa, 19 April 2011 06:04 WIB

Metrotvnews.com, Banyumas: Fenomena alam jabal magnet, seperti di Arab Saudi, ternyata ada pula di Banyumas, Jawa Tengah. Hal itu dibuktikan dengan mobil penuh penumpang yang mampu berjalan, meski mesin tidak menyala.

Jabal Magnet tersebut terdapat di Jalan Raya Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang. Pantauan Metro TV, Senin (18/4), mobil dengan mesin mati itu bisa berjalan hingga radius 50 meter. Kecepatannya mencapai 10 kilometer per jam.

Ratusan warga yang penasaran dengan fenomena medan magnet, itu berduyun-duyun datang ke lokasi. Mereka membawa kendaraan untuk memastikan kebenaran dari jabal magnet itu. Untuk memastikan fenomena itu, tim ahli geologi akan memeriksa di lokasi.

Tim ahli geologi dari Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto melakukan pengamatan awal di lokasi. Lewat pengamatan alat sederhana tidak ditemukan medan magnet. Tapi, diduga batuan di sekitar lokasi mempunyai kandungan magnet yang cukup tinggi.

Bahkan, melalui alat pengukur ketinggian, fenomena itu disinyalir terjadi karena tipuan penglihatan manusia saja. Kendati begitu, hal tersebut harus dibuktikan lebih mendalam.

Menurut warga, lokasi jabal magnet itu sangat berbahaya. Pasalnya, setiap hujan dan petir, lokasi tersebut selalu menjadi langganan sambaran petir.(RAS)