Rabu, 09 Februari 2011

Gol Messi Menangkan Argentina Atas Portugal


Kamis, 10 Februari 2011 08:20 WIB

Lionel Messi (AP Photo/Alberto Pellaschiar)
Jenewa,

Lionel Messi menjadi kreator terciptanya gol pertama Argentina dan mencetak sendiri gol kedua dari titik penalti menit ke-89 yang memberi Argentina kemenangan 2-1 atas Portugal dalam pertandingan persahabatan yang seru dan menarik di Jenewa, Rabu (Kamis dini hari WIB).

Satu gol balasan Portugal dicetak oleh Cristiano Ronaldo meski segala daya upaya telah dikerahkan dan sejumlah peluang berhasil diciptakan oleh tim Portugal.

Messi menciptakan gol dengan gaya serangan yang sudah menjadi ciri khasnya pada menit ke-14 ketika ia menggiring bola dari arah sayap kanan menusuk ke arah pertahanan Portugal dan melepaskan tembakan yang mental karena mengenai Raul Meireles dan jatuh di kaki Di Maria yang langsung menjebloskannya ke gawang Portugal dengan sebuah tembakan diagonal di dalam kotak pinalti.

Portugal bereaksi dengan cepat dan tujuh menit kemudian berhasil menyarangkan gol balasan ketika penyerang Hugo Almeida meneruskan umpan silang Joao Pereira yang dengan cekatan langsung diselesaikan oleh Ronaldo tanpa dapat diselamatkan oleh kiper Sergio Romero.

Kedua belah pihak saling serang pada babak kedua dimana Almeida membuang tiga kesempatan emas bagi Portugal, dan Marcos dan Javier Rojo Pastore juga hampir menciptakan gol bagi Argentina, sebelum akhirnya diselesaikan oleh Messi dari titik penalti setelah Juan Manuel Martinez dijatuhkan oleh Coentrao.

Ronaldo, yang terus menerus menebar ancaman sepanjang 60 menit penampilannya di lapangan, hampir berhasil mencetak gol kedua dalam sebuah serangan balik, setelah berhasil mengecoh Javier Mascherano Ronaldo kemudian melepaskan tembakan mendatar yang sayangnya meleset dari target karena defleksi.

Argentina menata kembali pola permainan mereka dan pada menit ke-39 hampir memimpin perolehan angka ketika bek kiri Marcos Rojo menerobos maju untuk kemudian mengirimkan sebuah umpan silang matang ke arah Ezequiel Lavezzi yang menyia-nyiakannya karena bola tendangan volinya meleset di atas tiang gawang Eduardo.

Serangan-serangan Portugal pada babak kedua seharusnya dapat membuat mereka memimpin tetapi Almeida tidak bisa memaksimalkan tiga kesempatan emas karena dua bola tandukannya meleset dari target dan membentur tiang gawang, dan satu bola matang yang tinggal disentuhnya malah melebar dari tiang gawang Argentina.

Argentina menjadi lebih berbahaya setelah Ronaldo digantikan pada menit ke-60 dimana Messi dalam sebuah tendangan bebas dengan sempurna mengirimkan sebuah bola untuk Pastore, tetapi tandukan pemain pengganti itu membentur tiang gawang Portugal, lima menit sebelum peluit tanda pertandingan berakhir ditiup wasit. 

Menlu Mesir Tuduh AS Mendikte Negaranya


Kamis, 10 Februari 2011 08:09 WIB

Washington,

Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Abul Gheith, Rabu (9/2), menuduh Amerika Serikat memaksakan keinginannya atas negerinya dengan mendikte tentang cara bertindak.

Di dalam satu wawancara dengan stasiun PBS, Amerika, menteri itu mengatakan, "Ketika anda berbicara mengenai layak, segera, sekarang --seakan-akan anda memaksakan kehendak pada negara besar seperti Mesir, teman besar yang sejak dulu selalu memelihara hubungan paling baik dengan Amerika Serikat, anda memaksakan kehendak anda atas dia."

Sejak protes massal anti-pemerintah meletus pada 25 Januari di Mesir guna menyerukan pemilihan umum yang bebas dan adil serta diakhirinya 30 tahun kekuasaan Presiden Hosni Mubarak, Presiden AS Barack Obama dan para pejabat tinggi lain AS seringkali mengeluarkan seruan terbuka. Mula-mula mereka menyerukan peralihan segera tapi beberapa hari kemudian mereka "menganjurkan" peralihan secara layak.

Di dalam percakapan telefon paling akhirnya dengan timpalannya dari Mesir Omar Suleiman pada Selasa (8/2), Wakil Presiden AS Joe Biden menyerukan peralihan teratur di Mesir yang "cepat, berarti, damai dan sah". Ia menuntut, antara lain, pemerintah Mesir segera membatalkan peraturan darurat dan mengundang oposisi sebagai mitra untuk bersama-sama menyusun peta jalan dan jadwal bagi peralihan.

Abul Gheit mengatakan kepada PBS saran Biden tak membantu sama sekali. Menteri Luar Negeri Mesir itu mengatakan, "Ketika saya membaca itu pagi ini, saya benar-benar terkejut sebab sekarang ini, sewaktu kita berbicara, ada 17.000 tahanan berkeliaran di jalan-jalan. Mereka melarikan diri dari penjara yang telah dirusak. Bagaimana anda bisa meminta saya membatalkan peraturan darurat sementara saya menghadapi kesulitan?"

"Beri saya waktu, izinkan saya mengendalikan dan menstabilkan rakyat, menstabilkan negara dan kemudia kami akan mengkaji masalah lain," katanya.

Abul Gheit pertama kali melancarkan serangan balik pada Ahad (6/2) terhadap campur tangan asing. Ia mengatakan pemerintah Mesir menolak dikte dari luar, terutama dari negara-negara Barat. Ia mengatakan kepada wartawan, "Mesir tak berada di bawah mandat siapa pun."