Senin, 21 Februari 2011

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN SELUMA MASA-BHAKTI 2009-2014

                                 
       1 Drs.ZARYANA RAIT KETUA DPRD SELUMA  PKPI       
       2 JONAIDI SYAHRI,S.Sos WAKIL KETUA.I  GOLKAR     
       3 Ir.H.MUCHLIS THOHIR WAKIL KETUA.II  PAN       
       4 Drs.MARTA DINATA KETUA KOMISI.I  PKPI         
       5 SUHANDI WAKIL KETUA.KOMISI.I  PKS          
        6 GUSMAN GUMANTI SEKR KOMISI.I  Demokrat      
        7 PIRIN WIBISONO ANGGOTA KOMISI.I  PNBK      
        8 ONZAIDI ANGGOTA KOMISI.I  KEDAULATAN         
        9 LASMI JAYA,SIP ANGGOTA KOMISI.I  PAN         
       10 DARMAWAN JAYA,SIP ANGGOTA KOMISI.I  PELOPOR    
       11 ULIL UMIDI ANGGOTA KOMISI.I  GOLKAR       
       12 SUNARSONO ANGGOTA KOMISI.I  PIS        
        13 KHAIRI YULIAN KETUA.KOMISI.II  PKPI         
      14 ZAINAL ARIFIN WAKIL KETUA.KOMISI.II  GOLKAR      
       15 Drs.SUDIMAN SEKR KOMISI.II  PAN        
      16 JON KENIDI,SE ANGGOTA KOMISI.II  Demokrat     
       17 H.ASRAN SYAFRI,S.Sos ANGGOTA KOMISI.II  PKPI       
       18 DIRHAN JOYO ANGGOTA KOMISI.II  PSI      
        19 DARSAN ANGGOTA KOMISI.II  PPDI      
        20 ROMANIA ANGGOTA KOMISI.II  PKPI       
        21 MUFRAN IMRON,SE ANGGOTA KOMISI.II  PELOPOR    
      22 JONAIDI, SP ANGGOTA KOMISI.II  PNBK        
       23 MULYAN LUBIS AIS,S.Sos KETUA.KOMISI.III  PBB       
       24 H.FAUZAN IZAMI WAKIL KETUA.KOMISI.III  PNBK    
      25 ISMADIA,S.Pd SEKR KOMISI.III  Demokrat       
       26 H.MIDIN AMAD,SE.MM ANGGOTA KOMISI.III  PKB        
       27 JONAIDI ANGGOTA KOMISI.III  PPRN      
       28 MARTHONI,SHI ANGGOTA KOMISI.III  PKS        
       29 MAWA INI ANGGOTA KOMISI.III  PKPI       
        30 WANDI ANGGOTA KOMISI.III  PKPI 

New York, 20 Februari 2011 - Pernyataan terkait dengan Juru Bicara Sekretaris Jenderal kejadian di Afrika Utara dan Timur Tengah



Sekretaris Jenderal masih menindaklanjuti perkembangan di Afrika Utara dan Timur Tengah, termasuk Bahrain, Libya, Yaman dan negara-negara lain, dan tetap sangat prihatin mengenai laporan tentang meningkatnya kekerasan dan pertumpahan darah.

Sekretaris Jenderal menegaskan kembali seruannya untuk penggunaan non-kekerasan dan penghormatan terhadap kebebasan dasar. Menekankan bahwa menahan diri harus dilaksanakan oleh semua pihak, dia ingin menegaskan kembali keyakinannya bahwa ini adalah waktu untuk dialog berbasis luas dan untuk reformasi sosial dan politik yang asli.

Untuk tujuan ini, dia berada dalam kontak terus-menerus dengan para pemimpin daerah untuk membahas perkembangan. Dia telah mendorong mereka untuk mendengarkan aspirasi rakyat mereka dan merespon aspirasi yang sah mereka. Dia mendesak semua pihak untuk menahan diri dan terutama untuk menahan diri dari kekerasan. Dalam teleponnya, Sekretaris Jenderal juga menganjurkan menghormati kebebasan media dan layanan komunikasi terganggu.

Mengenai situasi di Bahrain, Sekretaris Jenderal telah berbicara hari ini untuk Raja Hamad bin Isa Al Khalifa untuk mengungkapkan keprihatinan dan mendesak pemerintah Bahrain untuk menahan diri maksimum serta menenangkan situasi fluktuatif. Sekretaris Jenderal menyambut baik keputusan oleh Raja Hamad untuk memulai dialog. Dia merasa seperti dialog harus berbasis luas dan bermakna, yang melibatkan oposisi politik, masyarakat sipil dan kelompok-kelompok perempuan. Jika diminta, PBB siap mendukung proses tersebut.

Selama beberapa hari terakhir, Sekretaris Jenderal juga membahas situasi di wilayah tersebut dengan sejumlah pemimpin. Dia berbicara dengan kepemimpinan puncak saat ini di Mesir dan setuju untuk mengirimkan pejabat senior PBB ke Mesir.

Dia bertukar pandangan dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab dan Perwakilan Tinggi Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Uni Eropa, serta dengan Sekretaris Luar Negeri AS.

Sekretaris-Jenderal juga bermaksud untuk meningkatkan laporan sangat mengganggu berasal dari Libya dengan pemimpin Libya.

Sekretaris Jenderal akan terus erat mengikuti acara berlangsung dan berbicara dengan para pemimpin lain di wilayah ini. Dia menegaskan kembali kesiapan PBB untuk memberikan bantuan yang diminta untuk mengatasi perkembangan bersejarah.