NEGOSIASI TEBUSAN DENGAN PEROMPAK SOMALIA MASIH ALOT : Kapal Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia yang dibajak perompak Somalia di Semenanjung Arab ditaksir mengangkut muatan nikel senilai Rp 1,4 triliun.
Sejak 16 Maret lalu, para pembajak Somalia meminta tebusan sebesar US$ 2,6 juta. Karena tak ditanggapi, pembajak terus meningkatkan tebusannya menjadi US$ 3,5 juta sekitar Rp 31 miliar.
“Mereka bisa menaikkannya menjadi US$ 9 juta sekitar Rp 81 miliar. Para perompak hanya mau membebaskan sandera apabila tuntutannya dipenuhi.” kata Slamet Juari Kapten Kapal Sinar Kudus, saat menghubungi Tempo, Jum'at (08/04).
Hingga kini belum ditemukan kesepakatan tebusan antara PT Samudera Indonesia Tbk yang bertanggungjawab pada pelayaran Kapal MV Sinar Kudus. Pihak PT Samudera Indonesia Tbk telah meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia dalam negosiasi dengan perompak. (KF-Koran Warga/v/tempo)
Minggu, 10 April 2011
TNI PELAJARI KEMUNGKINAN PEMBEBASAN ABK DI SOMALIA : Tentara Nasional Indonesia masih mempelajari kemungkinan pengiriman pasukan untuk membebaskan awak kapal MV Sinar Kudus. Sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat meminta TNI untuk mengirimkan pasukan khusus ke Somalia.
Meski demikian, permintaan itu belum disampaikan langsung ke TNI. “Kami baru mendengarnya dari media, namun akan kami proses. Mekanisme pengiriman pasukan ini tergantung pada situasi tiap kasus. Yang pasti, ada perintah dari Panglima,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, Minggu (10/04).
Kapal kargo tersebut tengah berlayar dari Pamala, Sulawesi Barat, menuju Rotterdam, Belanda, saat dicegat bajak laut Somalia di perairan dekat Pulau Socotra, Semenanjung Arab, pada 13 Maret lalu. Selain 20 awak kapal yang semuanya berkewarganegaraan Indonesia, kapal ini membawa nikel milik PT Aneka Tambang.
Kini, kapal beserta semua awaknya ditepikan di Pantai Eil, Somalia. Mereka menunggu proses pembebasan yang dilakukan Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri. (KF-Koran Warga/v/tempo)
Meski demikian, permintaan itu belum disampaikan langsung ke TNI. “Kami baru mendengarnya dari media, namun akan kami proses. Mekanisme pengiriman pasukan ini tergantung pada situasi tiap kasus. Yang pasti, ada perintah dari Panglima,” kata Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul, Minggu (10/04).
Kapal kargo tersebut tengah berlayar dari Pamala, Sulawesi Barat, menuju Rotterdam, Belanda, saat dicegat bajak laut Somalia di perairan dekat Pulau Socotra, Semenanjung Arab, pada 13 Maret lalu. Selain 20 awak kapal yang semuanya berkewarganegaraan Indonesia, kapal ini membawa nikel milik PT Aneka Tambang.
Kini, kapal beserta semua awaknya ditepikan di Pantai Eil, Somalia. Mereka menunggu proses pembebasan yang dilakukan Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri. (KF-Koran Warga/v/tempo)
Langganan:
Postingan (Atom)