Sabtu, 19 Februari 2011

Jepang Apresiasi Upaya RI Damaikan Thailand-Kamboja

Minggu, 20 Februari 2011 10:09 WIB

Indonesia jadi Ketua ASEAN
Jakarta,
Menteri Luar Negeri Jepang Seiji Maehara menyampaikan apresiasi tinggi terhadap upaya Indonesia sebagai Ketua ASEAN dalam menengahi permasalahan perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Siaran pers Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia yang diterima di Jakarta, menyebutkan, penghargaan Menlu Maehara disampaikan ketika mengadakan dialog strategis tingkat menteri yang pertama dengan Menlu RI Marty Natalegawa di Guest Palace Iikura, Jepang, Jumat (18/2).

Maehara juga menyatakan, Jepang akan mendukung Indonesia sebagai Ketua ASEAN dalam memperkuat kerja sama regional melalui pertemuan tingkat menteri luar negeri maupun tingkat kepala pemerintahan. Ia juga mengutarakan keinginan Jepang untuk menyelenggarakan pembicaraan tentang penyusunan dokumen baru yang mengatur hubungan ASEAN-Jepang.

Terkait hubungan bilateral, Maehara menyatakan, perlunya peningkatan dialog bilateral di berbagai tingkat, antara lain di tingkat kepala pemerintahan, dialog strategis tingkat menteri, dan dialog perekonomian tingkat menteri. Selain itu juga perlu peningkatan kerja sama di bidang keamanan, terutama pengamanan laut dan pertolongan saat bencana, di bidang ekonomi dan infrastruktur.

Dalam kesempatan itu Maehara menyatakan akan memberikan bantuan pinjaman 100 juta dolar AS terhadap program pembangunan sektor reformasi infrastruktur fase ke-3 yang bertujuan memperbaiki iklim investasi infrastruktur bagi proyek kerja sama pemerintah-swasta yang dilakukan di Indonesia.

Terkait hubungan kedua negara, Menlu Marty Natalegawa menyatakan menyadari pentingnya pertemuan kedua kepala pemerintahan dalam waktu dekat serta pentingnya dialog strategis tingkat menteri. Ketika pembicaraan menyinggung isu penculikan orang Jepang oleh Korea Utara, Natalegawa menyatakan siap membantu jika ada yang bisa dilakukan Indonesia.

Dalam lawatan ke Jepang, Menlu Natalegawa juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Naoto Kan. Dalam kesempatan itu PM Kan menyatakan harapannya untuk dapat bertemua dan berbincang lebih lama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengingat meski telah beberapa kali bertemu, perbincangan di antara keduanya selalu dalam waktu singkat. (Ant)