Senin, 11 April 2011

IAEA: Indonesia Berkemampuan Kelola Energi Nuklir

Selasa, 12 April 2011 03:36 WIB JAKARTA--MICOM: Badan Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) menilai Indonesia sudah siap dalam melakukan pengelolaan energi nuklir, baik dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) maupun penerapan dalam berbagai bidang kehidupan. Hal tersebut disampaikan Deputy Director General of Technical Cooperation IAEA Kwako Aning, di Gedung Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (Patir) Batan (Badan Tenaga Nuklir Nasional), Jakarta, Senin (11/4). Dikatakan, Indonesia sebenarnya telah mulai memanfaatkan energi nuklir sejak 50 tahun yang lalu. Dengan pengalaman dan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki itu, tidak semestinya masyarakat ragu akan kemampuan bangsanya dalam mengelola nukir. "Ini hanya masalah perbedaan pemahaman tentang teknologi nuklir yang terlanjur di cap berbahaya, terutama pascainsiden Fukushima Daiichi (Jepang)," cetusnya. Seperti diketahui, meledaknya tiga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Fukushima, Jepang, pascagempa 9 SR disertai tsunami beberapa waktu lalu. Hal tersebut semakin meramaikan sikap kontra terhadap penggunaan uranium sebagai sumber penghasil energi. Menurut Kwako, menutup opsi pengembangan nuklir sama sekali merupakan langkah tergesa-gesa. Sepanjang keamanan dapat dijaga, nuklir merupakan alternatif energi yang bagus untuk dikembangkan. "Nuklir ini pada prinsipnya soal keamanan, keamanan, dan keamanan. Soal (meledaknya reaktor) Fukushima, itu sama sekali tidak diperkirakan karena tsunami," ungkapnya. Untuk itu, sarannya, pemerintah Indonesia, melalui Batan, sebaiknya menginformasikan dan mensosialisasikan lebih dalam lagi kepada masyarakat, bahwa masih banyak pemanfaatan nuklir bagi kehidupan. Selain itu, ia pun meminta agar masyarakat tidak secara emosional dalam menilai pengembangan energi nuklir ini. "Sebaiknya pemerintah melakukan kesepakatan terlebih dahulu dengan publik," tukasnya. (*/OL-2)

Gempa Susulan Goyang Jepang, Bahaya TsunamiSenin, 11 April 2011 | 16:32 WIB


 Tokyo – Gempa susulan kembali melanda Jepang pada Senin (11/4) sore. Badan Geologi AS (USGS) menyatakan, gempa itu berkekuatan 7,1 SR.
Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami, memprediksikan akan terjadi gelombang setinggi dua meter di Prefektur, Miyagi, Fukushima, Chiba dan Ibaraki. Empat prefektur ini dilanda tsunami setelah gempa besar pada 11 Maret lalu.
Pusat gempa berada 164 km dari timur laut Tokyo, sehingga warga ibukota merasakan getarannya. Pekerja di PLTN Fukushima Daiichi juga diminta untuk melakukan evakuasi.