Selasa, 15 Februari 2011

Oposisi Bahrain tuntut reformasi politik


Terbaru  15 Februari 2011 - 16:36 GMT
Pemakaman pengunjuk rasa di Bahrain
Gelombang unjuk rasa Timur Tengah kini sampai ke Bahrain menuntut reformasi politik
Para pengunjuk rasa di Bahrain menuntut reformasi politik yang lebih besar selain adanya keadilan sosial dan ekonomi.
Golongan oposisi Syiah menuntut agar reformasi terjadi di tubuh pemerintahan Bahrain. Mereka mendesak agar kabinet dan bahkan perdana menteri ditunjuk dari hasil pemilu.
"Sebetulnya ada aktivis oposisi yang menggerakkan unjuk rasa. Rakyat sebenarnya menuntut apa yang dianggap sebagai diskriminasi sistemik oleh pemerintah seperti meminta perlakukan yang sama dan lapangan kerja dan untuk mendapatkan rumah," kata Kuasa Usaha Sementara KBRI Bahrain, Agus Salim.
"Namun aktivis oposisi Syiah mengharapkan lebih dari itu, mereka menuntut reformasi pemerintahan," lanjutnya seraya menambahkan bahwa unjuk rasa di Bahrain sudah sering terjadi sebelum pemilu 2010.

Sudah reformasi

Menurut Agus Salim, reformasi politik sebenarnya sudah terjadi Bahrain. Misalnya ada parlemen Bahrain yang disebut majelis rendah dimana dari 40 anggota diisi 18 kursi diisi oposisi.
"Aktivis oposisi Syiah mengharapkan lebih dari itu, mereka menuntut reformasi pemerintahan"
Agus Salim
Mereka menuntut reformasi lebih besar agar kabinet dan perdana menteri itu ditunjuk berdasarkan pemilu.
Mengenai apakah tuntutan oposisi ini akan menyentuh posisi raja, Agus Salim mengatakan, "Semua orang mengatakan tidak mungkin. Raja dihargai sekali oleh rakyat Bahrain, bukan di level raja tapi pemerintahan karena posisi menteri sebagian besar masih ditunjuk."
Kuasa Usaha Sementara KBRI di Bahrain Agus Salim mengakui bahwa reformasi politik di Mesir dan Tunisia mempengaruhi aksi unjuk rasa di Bahrain.
Sementara itu seorang warga Indonesia di Baharin, Rian Wisandanu menyebutkan, bisa saja tuntutan oposisi ini meluas.
"Kalau melihat secara politik mereka ingin menggulingkan raja. Maksudnya ingin mengubah pemerintahan. Mereka ingin Syiah berkuasa di Bahrain. Mereka mengaku mayoritas jadi seharusnya mayoritas lah yang berkuasa di pemerintah," katanya.
Sejauh ini jumlah pengunjuk rasa mencapai ribuan dan di suatu tempat di Manama pusat. Jumlah penduduk Bahrain keseluruhan sekitar 1,2 juta dengan 530.000 diantara merupakan warga negara Bahrain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar