Selasa, 15 Februari 2011

Pertemuan G-20 di Paris akan Bahas Pangan dan Minyak


Selasa, 15 Februari 2011 15:12 WIB

Agus Martowardojo (dok. bank Mandiri)
Jakarta,
Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menjelaskan pertemuan G-20 mendatang di Paris, Perancis akan membahas mengenai kecenderungan peningkatan harga pangan dan minyak dunia. "Itu saya rasa terkait dengan kecenderungan naiknya harga minyak dan pangan. Itu menjadi topik utama yang akan dibahas dalam G20, dan itu juga diangkat oleh Perancis," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/2).

Hal tersebut merupakan salah satu agenda yang akan menjadi pembahasan pertemuan G20 antar Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral pada 18-19 Februari 2011 di Paris, Perancis.

Ia menjelaskan, kenaikan harga pangan dan minyak dunia telah dirasakan oleh banyak berbagai negara di dunia, bahkan ada negara yang mengalami peningkatan harga pangan terburuk dalam 60 tahun terakhir. "Untuk harga pangan itu, kita mencatat peningkatannya sudah tinggi sekali. Bahkan ada beberapa negara mengalami kondisi terburuk selama 30-60 tahun hingga saat sekarang ini. Tentu itu akan menjadi topik yang akan kita bicarakan," ujarnya.

Menurut Menkeu, pertemuan tersebut juga sangat bermanfaat untuk mencari solusi dalam menghadapi ketidakpastian global dengan meningkatkan komunikasi dan usaha yang lebih terkoordinasi antar negara anggota G20. "Ada beberapa inisiatif yang kita mau, umumnya kita ingin mencari dan mendorong upaya mengatasi global imbalances dengan cara usaha yang terkoordinasi antara semua pihak. Kuncinya adalah komunikasi dan usaha yang terkoordinasi," ujarnya.

Selain itu, Menkeu mengatakan Indonesia akan merekomendasikan inisiatif agar masyarakat di negara-negara berkembang dapat mempunyai akses kepada lembaga dan sistem keuangan. "Kita juga akan bicara financial inclusion," katanya.

Dikatakannya, Indonesia juga merekomendasikan adanya inisiatif untuk memperhatikan para pihak yang `unbank`, atau masyarakat yang secara keuangan belum terlalu mempunyai akses ke sistem keuangan.

Menkeu mengharapkan, semua usulan dan inisiatif yang lahir dalam pertemuan nanti dapat menjadi kunci untuk menciptakan pembangunan berkelanjutan, kuat dan seimbang yang bersifat global dan menjadi anutan bagi para pelaku ekonomi dunia. "Itu yang diharapkan menjadi kunci supaya tercipta pembangunan yang sustainable, strong, dan balance. Kalau financial inclusion, sekarang ini kan semua negara, multilateral agencies, bahkan korporasi, sudah punya program terkait dengan ekonomi kecil, usaha kecil atau micro economy.

Namun, lanjutnya, mungkin G20 dapat menyusun suatu inisiatif yang sifatnya lebih global, bisa dilakukan oleh semua pelaku ekonomi dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar